Rakyat kecil tidak anti pembangunan. Mereka tahu pentingnya infrastruktur. Tapi ketika dapur tak lagi mengepul, dan anak harus belajar dengan perut kosong, pembangunan menjadi kata kosong. Tidak semua hal bisa ditunda, terutama soal kebutuhan dasar.
Dalam berbagai kesempatan, pemerintah kerap menyebut pengeluaran negara difokuskan pada sektor strategis. Tapi definisi “strategis” sering kali bias kekuasaan. Apakah menyelamatkan daya beli rakyat bukan hal yang strategis? Apakah menjaga harga pangan tetap stabil tak masuk daftar prioritas?
Anggaran adalah cerminan pilihan politik. Ketika negara lebih cepat menyelamatkan korporasi besar daripada warung kecil, ketika bantuan sosial dipersulit tetapi proyek mercusuar dipermudah, maka sudah waktunya publik bertanya, ke mana sebenarnya arah keberpihakan negara?










