NATUNA – Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan tahun 2025 yang mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, Kepala Desa Selading, Raja Samsul Bahri, mengajak seluruh masyarakat desa khususnya generasi muda untuk terus meneladani semangat juang para pahlawan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, semangat kepahlawanan tidak hanya diwujudkan dalam peperangan atau perlawanan fisik seperti para pahlawan dahulu, tetapi harus dimaknai dalam konteks kehidupan modern melalui kerja keras, solidaritas, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Saya sangat setuju dengan tema Hari Pahlawan tahun ini. Kita sebagai generasi penerus memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu. Kalau dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan peluru, maka sekarang perjuangan kita adalah bagaimana menanamkan semangat kebersamaan, gotong royong, saling menghargai, dan menghindari fitnah serta perpecahan di masyarakat. Itulah bentuk perjuangan yang sejati,” ujar Raja Samsul Bahri kepada koranperbatasan.com saat diwawancari melalui panggilan telephone Whatsapp, Senin, 10 November 2025.
Raja Samsul Bahri menambahkan, peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November menjadi momentum bagi masyarakat Desa Selading untuk memperkuat rasa persatuan. Bagi masyarakat desa, lanjutnya, makna perjuangan bukan lagi tentang mengangkat senjata, melainkan bagaimana menjaga kedamaian, membangun keharmonisan sosial, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan pembangunan.
Raja Samsul Bahri menilai bahwa nilai-nilai kepahlawanan dapat terus ditanamkan di tengah masyarakat pedesaan melalui tindakan nyata. Salah satunya adalah dengan menumbuhkan semangat gotong royong, kerja sama, dan kepedulian sosial.
“Menanamkan semangat kepahlawanan itu harus lewat tindakan nyata. Kita bisa mulai dari hal kecil, misalnya saling membantu antarwarga, bekerja sama dalam kegiatan desa, atau berpartisipasi aktif dalam program pemerintah. Semangat gotong royong adalah bentuk nyata dari jiwa kepahlawanan di era sekarang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Samsul Bahri juga menjelaskan adanya program rutin yang diterapkan pemerintah Desa Selading bernama “Sapaan”, singkatan dari Sampaikan Aspirasi Awal Pekan. Melalui program ini, seluruh perangkat desa, RT, RW, dan LINMAS berkumpul setiap awal pekan untuk melaksanakan apel dan membahas berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.
“Program Sapaan ini sudah berjalan cukup baik. Setiap Senin pagi kami adakan apel bersama perangkat desa, RT, RW, dan LINMAS. Setelah itu kami lakukan rembuk desa untuk menampung aspirasi masyarakat serta mengevaluasi apa saja yang terjadi selama sepekan terakhir. Dari sini kami menanamkan semangat pahlawan dalam kerja nyata, yaitu dengan tanggung jawab dan kebersamaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Raja Samsul Bahri mengajak generasi muda untuk tidak melupakan jasa para pahlawan dan terus menjaga nilai-nilai perjuangan di tengah tantangan zaman. Menurutnya, pemuda hari ini harus mampu menjawab tantangan dengan semangat dan pemikiran positif agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat melemahkan semangat kebangsaan.
“Generasi muda sekarang harus bisa menjawab tantangan zaman dengan cara yang bijak. Perjuangan mereka memang tidak seperti dulu, tetapi tetap penting. Mereka harus mampu berkontribusi untuk desa dan bangsa dengan cara menanamkan nilai kerja keras, disiplin, dan gotong royong,” ajaknya.
Raja Samsul Bahri juga menyoroti pentingnya menciptakan suasana damai di tengah masyarakat sebagai bentuk perjuangan masa kini.
“Semangat kepahlawanan itu bukan hanya soal keberanian, tapi juga soal menciptakan rasa damai. Kalau masyarakat bisa saling menghormati, tidak iri dengki, dan tidak menimbulkan masalah hukum, maka itu sudah bentuk perjuangan luar biasa. Karena menjaga kedamaian itu tidak mudah, tapi sangat penting,” ucapnya.
Dalam wawancara ini, Raja Samsul Bahri juga mengungkapkan bahwa sosok Ir. Soekarno atau Bung Karno merupakan pahlawan yang paling menginspirasinya. Pihaknya menilai semangat dan nilai perjuangan Bung Karno yang tercermin dalam setiap pidatonya menjadi pengingat betapa pentingnya kekuatan persatuan untuk membangun bangsa.
“Saya pribadi sangat mengagumi semangat Bung Karno. Nilai perjuangan dan semangat juangnya sangat kuat. Dari beliau kita belajar bahwa sepuluh pemuda yang memiliki semangat dan tujuan yang sama bisa mengguncang dunia. Artinya, persatuan dan kesamaan tujuan adalah kunci kekuatan bangsa ini,” ungkap Raja Samsul Bahri.
Dalam konteks pembangunan, Kepala Desa Selading mengakui masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama keterbatasan sumber daya manusia dan alat penunjang di tingkat desa. Namun, pihaknya menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Tantangan kita di desa ini cukup banyak, mulai dari regulasi yang padat, keterbatasan SDM, hingga peralatan yang belum memadai. Tapi kami tetap berjuang agar pelayanan masyarakat bisa maksimal. Perjuangan di masa kini adalah bagaimana menciptakan kesejahteraan dan kenyamanan bagi warga,” tegas Raja Samsul Bahri.
Raja Samsul Bahri menambahkan, meski Desa Selading masih berstatus berkembang dan belum mencapai status mandiri, semangat untuk terus memperbaiki diri tetap menyala. Pemerintah desa juga terus mendorong masyarakat agar aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan kegiatan sosial.
Diakhir wawancara, Raja Samsul Bahri selaku Kepala Desa Selading berpesan kepada seluruh masyarakat Selading dan warga Natuna untuk menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai pengingat bahwa perjuangan bangsa belum berakhir.
“Peringatan Hari Pahlawan ini bukan sekadar seremonial. Kita harus menyadari bahwa perjuangan bangsa ini luar biasa, dan semangat itu tidak boleh padam. Mari kita lanjutkan perjuangan dengan cara-cara baru, sesuai zaman tapi dengan tujuan yang sama yaitu kesejahteraan bersama,” pintanya.
Raja Samsul Bahri juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama dan antar suku di Natuna.
“Saya berharap masyarakat selalu saling menghargai dan menjaga kerukunan. Mari kita ciptakan suasana adem, damai, dan penuh toleransi di semua lingkungan. Itulah bentuk perjuangan yang sesungguhnya di masa kini,” tutupnya. (KP).
Laporan : Dhitto










