“Kenaikan harga sewa kendaraan di Tanjungpinang menjelang Lebaran dikeluhkan warga karena dinilai melonjak signifikan dari tarif normal.”
Warga Tanjungpinang yang hendak menyewa kendaraan, Dedi, mengatakan dirinya terkejut dengan lonjakan harga sewa kendaraan yang terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
TANJUNGPINANG – Kenaikan harga sewa kendaraan roda dua dan roda empat di Tanjungpinang menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi sorotan masyarakat, Senin (23/3/2026). Lonjakan tarif yang cukup signifikan membuat warga merasa terbebani, terutama bagi mereka yang membutuhkan kendaraan untuk mobilitas selama Lebaran.
Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Facebook, di mana banyak warga membagikan pengalaman terkait kenaikan tarif sewa kendaraan. Sejumlah unggahan bahkan memperlihatkan perbandingan harga sebelum dan menjelang Lebaran yang mengalami kenaikan cukup tinggi.
Dedi, warga yang hendak menyewa kendaraan di kawasan Jalan Karya, Batu 9, mengaku terkejut dengan harga yang ditawarkan.
“Biasanya harga sewa masih normal, tapi sekarang naik drastis. Saya sudah tanya ke beberapa tempat, hampir semuanya naik karena momen Lebaran,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya yang merasakan dampak kenaikan harga tersebut. Mereka menilai kenaikan tahun ini terasa lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Memang setiap Lebaran harga sewa naik, tapi tahun ini terasa lebih mahal. Motor juga ikut naik, jadi cukup berat bagi masyarakat yang butuh kendaraan tambahan,” kata salah seorang warga.
Di sisi lain, Dio, penyedia jasa rental kendaraan di Tanjungpinang, membenarkan adanya kenaikan harga selama periode Lebaran. Menurutnya, tingginya permintaan menjadi faktor utama yang menyebabkan tarif meningkat.
“Selama Lebaran permintaan sangat tinggi, hampir semua unit terpakai. Jadi harga sewa ikut naik. Ini sudah biasa terjadi setiap tahun karena banyak warga butuh kendaraan untuk silaturahmi,” jelas Dio.
Ia juga menambahkan bahwa keterbatasan unit kendaraan turut memengaruhi kenaikan harga, terutama saat permintaan meningkat dalam waktu singkat. Meski demikian, pihaknya mengaku tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Kondisi ini menjadi dilema bagi masyarakat. Di satu sisi, kebutuhan kendaraan meningkat untuk mendukung aktivitas Lebaran, namun di sisi lain biaya yang harus dikeluarkan juga semakin besar.
Warga berharap ke depan ada solusi agar harga sewa kendaraan tetap terjangkau, sehingga tidak memberatkan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah. (KP).
Laporan: Venti










