Ida menjelaskan untuk persiapan akademik, SMAN 1 Bunguran Timur juga tengah menyiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menggantikan Ujian Nasional. Insyaallah November ini anak-anak akan mengikuti TKA.
“Kami berharap hasilnya baik. Kami juga bekerja sama dengan Ruang Guru untuk menambah pembekalan belajar,” tuturnya.
Mengenai pencegahan bullying, Ida menegaskan sekolah telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Secara umum tidak ada kasus bullying di sekolah tersebut. Namun, pihaknya tetap mengimbau anak-anak untuk tidak melakukannya.
“Kami juga mengundang orang tua dalam sosialisasi TPPK agar turut berperan,” tegasnya.
Ida menyebut dalam hal ini, pihak sekolah juga bekerja sama dengan psikolog lokal. Bahkan saat pembentukan TPPK, pihaknya sempat mendatangkan narasumber, Ibu Sumarni, seorang psikolog.
“Orang tua juga bisa berkonsultasi jika ada masalah bullying yang tidak terselesaikan di sekolah,” katanya.
BACA JUGA: Fuji Rohyatin Tegaskan Moderasi Beragama di MAN 1 Natuna
Selain itu, Ida mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gawai. Sekolah menghimbau siswa, masyarakat, dan orang tua agar memantau penggunaan HP anak-anak. Agar mereka menggunakannya untuk hal positif, jangan disalahgunakan.
“ Di sekolah, ada waktu-waktu tertentu yang memperbolehkan penggunaan HP untuk pembelajaran,” tegasnya.
Terakhir, Ida menyampaikan harapan kepada pemerintah provinsi agar lebih banyak mengadakan kegiatan positif antar-sekolah. Pihaknya juga berharap agar ada turnamen olahraga antar-SMA seperti dulu sebelum dikelola provinsi.
“Tahun ini, bertepatan dengan HUT ke-43 SMANSA, kami mengadakan lomba voli, tenis meja, futsal, dan basket. Semoga ini bisa menjadi wadah peningkatan prestasi siswa,” tutupnya. (KP).
Laporan : Nisa










