BUDAYA PERBATASANNATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

Sambut HUT RI ke-81, SMPN 2 Bunguran Timur Soroti Pendidikan 

×

Sambut HUT RI ke-81, SMPN 2 Bunguran Timur Soroti Pendidikan 

Sebarkan artikel ini
Kepala SMPN 2 Bunguran Timur, Lukman Hakim, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026).

“Persiapan SMPN 2 Bunguran Timur mengikuti pawai HUT RI ke-81 dengan mengerahkan ratusan siswa dan tim drum band, disertai harapan Kepala Sekolah Lukman Hakim agar tata kelola pendidikan nasional dievaluasi dan ditangani oleh orang-orang yang memahami dunia pendidikan.” 

NATUNA – SMP Negeri 2 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, menyiapkan ratusan siswa untuk mengikuti pawai dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekolah juga menyiapkan tim drum band dan berbagai penampilan seni untuk memeriahkan pawai yang digelar Pemerintah Kabupaten Natuna pada Minggu, 16 Agustus 2026. 

Kepala SMPN 2 Bunguran Timur, Lukman Hakim, S.Pd., mengatakan pihak sekolah telah memulai berbagai persiapan. Para pembina drum band maupun seni mulai melatih siswa agar dapat memberikan penampilan terbaik. 

Menurut Lukman, SMPN 2 Bunguran Timur menjadi salah satu sekolah yang mengirimkan peserta dalam jumlah besar pada pawai tersebut. 

“Dari SMP Negeri 2 Bunguran Timur termasuk salah satu peserta yang mengirimkan banyak peserta, ratusan peserta yang dikirim nantinya,” ujar Lukman kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026). 

Tim drum band SMPN 2 Bunguran Timur juga akan ambil bagian. Menurut Lukman, tim tersebut setiap tahun mendapat undangan dari Pemerintah Kabupaten Natuna untuk memeriahkan barisan pawai. 

Selain mengikuti pawai, sekolah telah menyiapkan agenda internal untuk merayakan kemerdekaan. Setelah mengikuti upacara pada 17 Agustus, berbagai perlombaan untuk guru dan siswa akan dilaksanakan pada 18 Agustus. 

“Karena tanggal 17 Agustus kita melaksanakan upacara. Jadi hari berikutnya, hari yang kedua,” katanya. 

Perlombaan yang digelar bersifat hiburan dan bertujuan memeriahkan suasana kemerdekaan. Beberapa di antaranya balap karung, makan kerupuk, serta berbagai perlombaan kreatif lainnya yang disiapkan para guru. 

Baca Juga:  Ketua PGRI Bunguran Timur Terpilih Kembali

Di balik kemeriahan menyambut HUT RI ke-81, Lukman turut menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan Indonesia. Menurutnya, jika dibandingkan dengan sejumlah negara yang telah maju, perkembangan Indonesia masih dirasakan berjalan lambat. 

Ia mengaku tidak dapat memastikan faktor utama yang menyebabkan kondisi tersebut. Namun, salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah maraknya pemberitaan kasus korupsi, baik di tingkat pusat maupun daerah. 

“Yang jelas, fakta di lapangan saya lihat memang lambat sekali. Apalagi di negara kita sekarang ini, kalau saya sebut suasananya, sudah sangat dirusak oleh berita-berita korupsi di pusat sana sampai ke daerah,” ungkapnya. 

Menurut Lukman, kemajuan negara sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi dan pendapatan negara. Karena itu, berbagai persoalan yang berpotensi menghambat pembangunan perlu mendapat perhatian. 

Sebagai kepala sekolah sekaligus tenaga pendidik, Lukman kemudian menyampaikan harapannya terhadap dunia pendidikan Indonesia. Ia menginginkan pengelolaan pendidikan di tingkat pusat benar-benar melibatkan orang-orang yang memahami dan memiliki kepakaran di bidang pendidikan. 

“Betul-betul diisi kementerian pendidikan itu oleh orang-orang yang betul-betul pakarnya di pendidikan itu. Sehingga nanti penataan sampai ke bawah itu betul-betul bisa maju,” ujarnya. 

Lukman juga menyoroti perubahan kurikulum yang menurutnya menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah di daerah. Ia mengatakan sekolah terkadang belum sepenuhnya memahami suatu kurikulum ketika kemudian muncul kebijakan atau kurikulum baru. 

“Sekolah belum memahami secara utuh 100 persen kurikulum yang ada, dengan adanya pergantian pejabat di pucuk sana, sudah ganti lagi kurikulum baru. Padahal yang lama itu belum tentu kurang baik atau yang baru itu belum tentu lebih baik,” katanya. 

Karena itu, ia berharap pengelolaan pendidikan nasional semakin mengedepankan kompetensi dan kepakaran serta melibatkan tokoh-tokoh yang memahami persoalan pendidikan. 

Baca Juga:  Syaifullah Terpilih Sebagai Ketua Tim Kampanye Koalisi INSANI Natuna

Menutup keterangannya, Lukman berharap Presiden bersama jajaran pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan pendidikan dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang diterapkan agar kekurangan yang ada dapat diperbaiki. 

“Harapan kita bersama, Presiden kita beserta jajarannya betul-betul memperhatikan dan mengevaluasi kinerja dari kementerian pendidikan itu, di mana kekurangannya, apa yang harus diperbaiki sekarang, karena mereka yang lebih tahu,” pungkasnya. (KP). 


Laporan: Dini 


 

📊 Views: 15

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *