“Lonjakan penumpang di Pelabuhan Sei Kolak Kijang membuat banyak warga gagal berangkat karena tiket KM Bukit Raya tidak tersedia.”
Calon penumpang KM Bukit Raya tujuan Pontianak, Jeri, mengungkapkan kekecewaannya setelah tidak mendapatkan tiket tambahan di Pelabuhan Sei Kolak Kijang meski telah datang sejak pagi dengan harapan bisa berangkat.
BINTAN – Sejumlah warga dari berbagai daerah harus menelan kekecewaan setelah tidak berhasil mendapatkan tiket tambahan kapal KM Bukit Raya di Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, pada Minggu (29/3/2026).
Sejak pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB, area pelabuhan telah dipadati calon penumpang yang berharap bisa memperoleh kesempatan berangkat, terutama untuk keperluan mendesak pulang ke kampung halaman.
Namun, harapan tersebut pupus setelah pihak PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memastikan bahwa tidak ada penambahan kuota tiket di luar kapasitas yang telah ditentukan.
Petugas pelabuhan pun melakukan penjagaan ketat guna menjaga ketertiban dan keamanan selama proses keberangkatan berlangsung.
Meski lebih dari 1.400 penumpang resmi telah memiliki tiket dan dipersiapkan untuk naik ke kapal, situasi di pelabuhan tetap terkendali. Warga yang tidak mendapatkan tiket memilih menunggu dengan tertib, meski beberapa sempat berharap adanya kebijakan tambahan.
Salah satu calon penumpang, Jeri, mengaku sangat berharap dapat berangkat karena sudah mempersiapkan perjalanan.
“Saya tidak apa-apa bayar lebih, yang penting bisa pulang,” ujarnya.
Namun demikian, ia tetap menerima keputusan petugas setelah mendapatkan penjelasan mengenai aturan kapasitas penumpang demi keselamatan pelayaran.
Pihak pelabuhan menegaskan bahwa pembatasan jumlah penumpang merupakan prosedur keselamatan yang tidak dapat dilanggar dalam kondisi apa pun.
Kapal KM Bukit Raya tetap berangkat sesuai jadwal sekitar 30 menit setelah proses naik penumpang selesai dilakukan.
Peristiwa ini menjadi gambaran tingginya kebutuhan transportasi laut di wilayah Kepulauan Riau, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.
Masyarakat pun diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal agar tidak mengalami kendala serupa di kemudian hari. (KP).
Laporan: Venti










