“Para pedagang UMKM di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang mengeluhkan sepinya pengunjung yang datang, sehingga berdampak langsung pada penurunan pendapatan mereka.”
Pedagang UMKM di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang, Santi, mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir jumlah pembeli yang datang ke kawasan tersebut sangat berkurang sehingga membuat para pedagang khawatir terhadap keberlangsungan usaha mereka.
TANJUNGPINANG – Sejumlah pedagang UMKM di kawasan Tepi Laut, Jalan Hang Tuah, Kota Tanjungpinang, mengeluhkan kondisi usaha yang semakin sepi pembeli. Situasi tersebut membuat sebagian pedagang merasa khawatir terhadap kelangsungan usaha mereka.
Pantauan di lokasi pada Minggu malam (15/3/2026) sekitar pukul 20.30 WIB menunjukkan aktivitas di kawasan kuliner tersebut tidak seramai biasanya. Beberapa pedagang tampak menunggu pembeli yang datang secara bergantian.
Santi (nama samaran), salah seorang pedagang yang telah lama berjualan di kawasan tersebut, mengaku kondisi sepinya pembeli saat ini merupakan salah satu yang terparah sejak ia mulai berdagang.
“Saya sudah lama berjualan di sini, tapi tidak pernah se-sepi ini,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa meskipun waktu sudah semakin malam, pengunjung yang datang tetap terlihat sangat sedikit.
“Lihat saja, walaupun hari makin larut, tetap saja belum ada tanda-tanda ramai pengunjung. Yang datang hanya beberapa orang saja. Sekali datang dua orang, dua orang saja. Itu pun lama saya menunggu kedatangan pengunjung berikutnya,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Qein, pedagang lainnya di kawasan Tepi Laut. Ia mengaku kecewa karena meskipun fasilitas yang tersedia di kawasan tersebut sudah cukup nyaman, jumlah pengunjung tetap sedikit.
Menurutnya, lokasi yang berada di tepi laut sebenarnya memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana malam dengan angin sepoi-sepoi.
“Padahal tempat yang disediakan sudah nyaman. Lokasinya dekat laut, orang bisa menikmati angin sepoi-sepoi di sini. Tempat duduk juga tersedia, harga yang kami jual tidak mahal,” ujarnya.
Namun demikian, kondisi tersebut belum mampu menarik banyak pembeli untuk datang dan berbelanja.
“Sekalinya ada yang datang juga tidak banyak, bahkan sering hanya memesan minuman saja. Bagaimana mau untung kalau begitu, untuk balik modal saja sudah sulit,” tambahnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah maupun masyarakat dapat membantu meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan Tepi Laut Tanjungpinang.
Menurut mereka, jika jumlah pengunjung kembali meningkat, maka usaha para pedagang kecil di kawasan tersebut juga dapat kembali hidup dan memberikan penghasilan yang lebih baik bagi para pelaku UMKM. (KP).
Laporan: Novita










