“Berawal dari usaha daring, Yesi berhasil mengembangkan Natuna Thrifshop menjadi toko fashion wanita yang menggabungkan penjualan pakaian, skincare, aksesori, hingga layanan nail art untuk menghadapi dinamika pasar.”
NATUNA — Pemilik Natuna Thrifshop, Yesi, membuktikan bahwa keberanian berinovasi menjadi salah satu kunci bertahan di tengah persaingan usaha. Berawal dari bisnis online sederhana, perempuan asal Pontianak tersebut kini sukses mengembangkan Natuna Thrifshop menjadi toko fisik yang menawarkan berbagai kebutuhan fashion dan kecantikan wanita di Kota Ranai.
Usaha yang telah berjalan lebih dari satu tahun itu berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Ranai. Tidak hanya menjual pakaian wanita, Natuna Thrifshop juga menyediakan berbagai aksesori, produk skincare, hingga layanan nail art sebagai strategi memperluas pasar.
“Awalnya saya jualan online dulu. Setelah mulai ada penghasilan, saya memberanikan diri menyewa ruko ini. Sekarang saya merangkap beberapa jenis usaha karena kalau hanya mengandalkan penjualan baju, pembelinya tidak setiap hari ada,” ujar Yesi kepada koranperbatasan.com, Rabu (8/7/2026).
Menurut Yesi, koleksi pakaian di tokonya dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp50.000 hingga Rp150.000 per potong. Selain itu, pelanggan juga dapat menemukan berbagai produk pendukung seperti aksesori dan skincare dalam jumlah terbatas.
Salah satu layanan yang menjadi daya tarik utama Natuna Thrifshop adalah nail art. Layanan seni menghias kuku tersebut dipatok dengan tarif Rp80.000 hingga Rp100.000 per orang dan justru menjadi layanan yang paling konsisten mendatangkan pelanggan.
“Nail art ini sistemnya dihitung per orang. Alhamdulillah, sekarang justru layanan ini yang paling sering dicari pelanggan,” katanya.
Meski telah memiliki toko fisik, Yesi mengakui dunia usaha tetap memiliki tantangan tersendiri. Penjualan sangat bergantung pada daya beli masyarakat yang biasanya meningkat pada awal bulan atau saat menerima gaji.
“Pendapatan per bulan tidak menentu. Biasanya kalau awal bulan atau pas orang gajian lumayan ramai. Per hari bisa sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu. Kalau sudah tanggal-tanggal tua biasanya sepi,” ungkapnya.
Selain awal bulan, momen menjelang Hari Raya Idulfitri juga menjadi periode dengan tingkat penjualan tertinggi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk fashion.
Sebagai pelaku UMKM di sektor fashion wanita, Yesi berharap Natuna Thrifshop terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat Natuna.
“Saya berharap toko ini semakin maju dan semakin diminati masyarakat Natuna, khususnya para perempuan,” pungkasnya.
Laporan: Dini










