KABAR PERBATASANKEAMANAN PERBATASANLINGKUNGAN & KELAUTANNATUNA

BPBD Natuna Waspadai Kabut Asap, ISPA Serasan Tembus 34 Kasus 

×

BPBD Natuna Waspadai Kabut Asap, ISPA Serasan Tembus 34 Kasus 

Sebarkan artikel ini
Kepala BPBD Natuna, Raja Darmika, S.T., M.A.P., memberikan keterangan terkait kondisi kabut asap yang diduga berasal dari Kalimantan dan berdampak ke sejumlah wilayah Natuna, termasuk Pulau Serasan.

“Kabut asap yang diduga berasal dari Kalimantan mulai berdampak ke sejumlah wilayah Natuna. BPBD Natuna meningkatkan kewaspadaan, sementara kasus ISPA di Serasan dilaporkan meningkat hingga 34 orang.” 

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna, Raja Darmika, S.T., M.A.P., mengatakan pihaknya terus memantau pergerakan kabut asap yang diduga berasal dari Kalimantan dan terbawa angin menuju Natuna. Pulau Serasan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, dengan kasus ISPA dilaporkan meningkat dari sebelumnya lima orang menjadi 34 orang. 

 

NATUNA — Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Kondisi tersebut diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan yang terbawa pola angin menuju wilayah Natuna. 

Kepala BPBD Natuna, Raja Darmika, mengatakan berdasarkan pemantauan selama sekitar 10 hari terakhir, kabut asap yang terjadi di Natuna diduga kuat berasal dari Kalimantan. 

Pola angin dari arah selatan menuju utara kemudian berbelok ke timur laut sehingga membawa kabut asap menuju wilayah Natuna. 

“Berdasarkan hasil pantauan kita selama 10 hari terakhir, kabut asap di Natuna diduga kuat berasal dari Kalimantan yang terbawa angin,” ujar Raja Darmika. 

Dari sejumlah wilayah yang terdampak, Pulau Serasan menjadi salah satu kawasan yang mengalami kondisi lebih tebal karena letaknya lebih dekat dengan Kalimantan. Kabut asap juga dilaporkan berdampak terhadap wilayah Midai dan Pulau Laut. 

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian dari sisi kesehatan masyarakat. Di Pulau Serasan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dilaporkan meningkat dari sebelumnya lima orang menjadi 34 orang. 

Sementara itu, kasus ISPA di wilayah Bunguran Timur disebut mengalami penurunan meskipun belum signifikan. 

Baca Juga:  Kabut Asap Selimuti Natuna, BMKG Ingatkan Warga Waspada  

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Kesehatan telah meminta puskesmas membagikan masker kepada masyarakat di setiap kecamatan. 

Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi kabut asap meningkat. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai langkah untuk mengurangi paparan udara yang kurang baik. 

Selain berdampak terhadap kesehatan, kondisi kabut asap juga menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di laut. Jarak pandang yang berkurang dapat menyulitkan nelayan, terutama ketika Gunung Ranai yang selama ini menjadi salah satu patokan visual tidak terlihat dengan jelas. 

BPBD Natuna mengimbau nelayan agar meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan perangkat navigasi seperti GPS ketika melaut. Nelayan juga disarankan membawa radio komunikasi dengan jangkauan lebih jauh untuk mengantisipasi kondisi ketika berada di wilayah yang tidak terjangkau jaringan telepon seluler. 

Sementara untuk sektor penerbangan, aktivitas penerbangan di Natuna hingga saat ini masih berlangsung. Jarak pandang di wilayah Ranai masih dinilai memungkinkan bagi pesawat untuk melakukan lepas landas dan pendaratan. 

BPBD Natuna juga terus memantau perkembangan titik panas dan arah pergerakan angin melalui aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan. 

Berdasarkan pemantauan tersebut, titik panas di wilayah Natuna saat ini berada pada posisi nihil. Dengan kondisi tersebut, kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Natuna diduga bukan berasal dari titik api lokal. 

Raja Darmika juga mengingatkan masyarakat, khususnya petani dan warga yang melakukan aktivitas berkebun, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. 

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya sumber asap baru di wilayah Natuna di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi. 

Pemerintah daerah bersama BPBD Natuna terus memantau perkembangan kondisi kabut asap dan dampaknya terhadap masyarakat. 

Baca Juga:  Integrasikan Teknologi Digital, BPBD Natuna Perlu Personil Tangguh dan Kolaborasi Stakeholder

Masyarakat diimbau tetap waspada, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. 


Laporan: Dini 


📊 Views: 76

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *