KABAR PERBATASANKEAMANAN PERBATASANNATUNA

Kabut Asap Selimuti Natuna, BMKG Ingatkan Warga Waspada  

×

Kabut Asap Selimuti Natuna, BMKG Ingatkan Warga Waspada  

Sebarkan artikel ini
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Natuna, Alfi Fauzia, S.Tr.Met., saat memberikan keterangan terkait kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Natuna.

“Kabut asap yang diduga berasal dari Kalimantan mulai menurunkan jarak pandang di wilayah Natuna. BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampaknya terhadap kesehatan dan risiko kebakaran lahan.”  

Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Natuna, Alfi Fauzia, S.Tr.Met., mengatakan penurunan jarak pandang di wilayah Natuna terjadi akibat pergerakan kabut asap (haze) yang diduga berasal dari Kalimantan dan terbawa angin menuju wilayah Natuna.  

NATUNA – Kabut asap mulai memengaruhi kondisi atmosfer di wilayah Kabupaten Natuna. Berdasarkan pemantauan BMKG, jarak pandang (visibility) mengalami penurunan akibat adanya kabut asap yang diduga berasal dari Kalimantan.  

Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Natuna, Alfi Fauzia, S.Tr.Met., menjelaskan pergerakan kabut asap tersebut terpantau melalui citra satelit. Asap bergerak dari Kalimantan menuju wilayah Natuna dengan terbawa angin dari arah tenggara hingga barat daya.  

“Hasil pemantauan citra satelit menggambarkan bahwa adanya pergerakan asap dari Kalimantan menuju ke wilayah Natuna. Angin berasal dari tenggara hingga barat daya yang membawa asap dari Kalimantan ke Pulau Serasan, baru masuk ke Pulau Bunguran,” ujar Alfi.  

Menurutnya, pergerakan tersebut turut menyebabkan jarak pandang di wilayah Natuna menurun. Kondisi tersebut terjadi ketika wilayah Natuna juga sedang mengalami kondisi yang cenderung kering dengan curah hujan yang relatif rendah.  

Alfi mengatakan kondisi tersebut berpotensi membuat kabut asap bertahan hingga beberapa hari ke depan, bahkan diperkirakan masih dapat terjadi hingga akhir Agustus.  

“Untuk beberapa hari ke depan atau sekitar hingga akhir Agustus akan masih tetap ada,” jelasnya.  

Ia menambahkan, secara normal curah hujan pada Agustus memang cenderung berkurang. Kondisi tersebut diperkirakan mulai berpotensi berkurang ketika curah hujan kembali meningkat pada September hingga Oktober.  

Baca Juga:  Disparbud Natuna Akan Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Selam di Pulau Setanau

Fenomena kabut yang terlihat menutupi kawasan Gunung Ranai juga menjadi perhatian. Alfi menjelaskan, berdasarkan kondisi yang terpantau, kabut di kawasan tersebut lebih dimungkinkan merupakan kabut asap atau haze, bukan kabut lembap (fog).  

“Kalau yang kita lihat saat ini dengan semua kondisi gunung yang tertutup seperti itu merupakan kabut asap, bukan kabut fog atau kabut yang dengan udara lembap,” katanya.  

Di tengah kondisi yang kering, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.  

Alfi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas pembakaran, termasuk pembakaran sampah, karena kondisi lahan saat ini relatif mudah terbakar.  

“Untuk masyarakat itu mengurangi aktivitas pembakaran hutan dan lahan. Apalagi sekadar aktivitas-aktivitas membakar sampah sebaiknya dihindari karena kondisi saat ini wilayah Natuna, lahannya dalam kondisi mudah terbakar. Risikonya sangat tinggi,” tegasnya.  

Menurutnya, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat dan menjadi lebih besar apabila berada di kondisi lahan yang kering.  

Selain ancaman kebakaran, masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan akibat paparan kabut asap.  

“Karena kabut asap ini akan berdampak terhadap kesehatan, karena asap bisa masuk ke paru-paru. Mungkin mengenakan masker dan sebagainya,” ujarnya.  

Khusus masyarakat yang melakukan aktivitas di kawasan Gunung Ranai, Alfi mengingatkan agar lebih waspada terhadap kondisi kabut asap. Jika memungkinkan, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi.  

Meski demikian, Alfi menegaskan BMKG tidak memiliki kewenangan untuk menentukan penutupan atau penghentian sementara aktivitas pendakian Gunung Ranai.  

“Kalau dari kami hanya menginformasikan bahwa terdapat kabut asap. Kalau untuk pendakian sepertinya bukan ranah kami,” pungkasnya. (KP)  

Baca Juga:  Kapolres Anambas Pimpin Sertijab Kabagops dan Kasihumas Polres

Laporan: Dini 


📊 Views: 64

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *