KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Dari Transfer ke Ketergantungan: Mengapa Dana Pusat Gagal Mencetak Desa Mandiri

×

Dari Transfer ke Ketergantungan: Mengapa Dana Pusat Gagal Mencetak Desa Mandiri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi dana pusat yang dialokasikan ke desa dengan papan proyek besar, tetapi tidak disertai aktivitas ekonomi warga. Gambar ini merepresentasikan kegagalan program dana desa menciptakan desa mandiri dan produktif.
Ilustrasi visual perbandingan antara papan proyek dana pusat di desa dan aktivitas ekonomi desa yang tetap kosong, menandakan kegagalan pemberdayaan.

Ketiga, sistem pelaporan dan evaluasi tidak boleh berhenti di aspek administratif. Harus ada penilaian berbasis dampak ekonomi dan sosial. Seberapa besar program dana desa meningkatkan pendapatan warga? Berapa banyak unit usaha baru yang tumbuh? Sejauh mana partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan?

Terakhir, desa harus diposisikan sebagai subjek pembangunan, bukan objek kebijakan. Ini membutuhkan pembenahan paradigma birokrasi, pelatihan SDM, dan investasi dalam literasi fiskal di tingkat akar rumput. Tanpa hal itu, desa akan terus menjadi arena penyerapan anggaran, bukan penggerak transformasi sosial.

Kemandirian tidak akan lahir dari nominal anggaran yang besar. Ia hanya akan tumbuh jika desa diberi ruang, kepercayaan, dan alat untuk membangun dirinya sendiri. Jika sistem transfer fiskal tidak dikoreksi, maka dana pusat hanya akan mencetak desa yang diam bukan desa yang bergerak maju.


Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan


📊 Views: 14
Baca Juga:  Harga Makin Mencekik, Solusi Tak Kunjung Datang: Siapa yang Dengarkan Rakyat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *