KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Dari Transfer ke Ketergantungan: Mengapa Dana Pusat Gagal Mencetak Desa Mandiri

×

Dari Transfer ke Ketergantungan: Mengapa Dana Pusat Gagal Mencetak Desa Mandiri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi dana pusat yang dialokasikan ke desa dengan papan proyek besar, tetapi tidak disertai aktivitas ekonomi warga. Gambar ini merepresentasikan kegagalan program dana desa menciptakan desa mandiri dan produktif.
Ilustrasi visual perbandingan antara papan proyek dana pusat di desa dan aktivitas ekonomi desa yang tetap kosong, menandakan kegagalan pemberdayaan.

Dalam jangka panjang, pola ini bisa menghambat transisi ekonomi desa. Alih-alih menjadi basis produksi dan pusat agropolitan, desa tetap berada dalam posisi subordinat. Pembangunan hanya menjadi kegiatan seremonial yang tidak melibatkan masyarakat secara aktif. Ini menciptakan fiscal passivity, yakni sikap pasif terhadap potensi ekonomi lokal karena tidak ada dukungan sistemik untuk mengelolanya.

Untuk keluar dari situasi ini, negara harus merancang ulang kerangka transfer fiskal dengan paradigma baru. Pertama, alokasi dana desa perlu berbasis pada kinerja dan capaian nyata. Desa yang berhasil meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha mikro, atau mengurangi angka kemiskinan harus diberi tambahan alokasi fiskal dan akses pendampingan lebih luas.

Kedua, fleksibilitas fiskal harus diperluas. Desa harus diberi ruang untuk menyesuaikan program pembangunan dengan kebutuhan lokal. Prinsip fiscal customization harus diterapkan agar kebijakan benar-benar relevan dan responsif. Dengan demikian, setiap desa bisa merancang strategi unik sesuai potensi dan tantangannya masing-masing.

📊 Views: 14
Baca Juga:  Anggur Laut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *