HUKUM & KRIMINALKABAR PERBATASANNASIONALNATUNAPARLEMENTARIAPOLITIKPOTRET PERBATASANSUARA RAKYAT

DPRD Natuna Tersudut, Janji di Atas Tanda Tangan, Publik Menunggu Bukti Nyata

×

DPRD Natuna Tersudut, Janji di Atas Tanda Tangan, Publik Menunggu Bukti Nyata

Sebarkan artikel ini
Audiensi mahasiswa dengan DPRD Natuna Kamis, 4 September 2025 tak hanya membongkar krisis keuangan daerah, tetapi juga melahirkan sebuah kontrak moral nota kesepakatan yang kini membebani DPRD dengan tanggung jawab publik yang nyata

Namun, di tengah kesemrawutan jawaban, Wan Arismunandar memberikan secercah harapan. Pihaknya mengungkapkan bahwa Bupati Cen Sui Lan telah meminta Gubernur Kepri mengevaluasi besar-besaran izin pertambangan minerba pada akhir 2025 atau awal 2026. Izin-izin di kawasan sensitif seperti Batubi dan Gunung Selat Lampa dipastikan tidak akan diloloskan. “Bahasa halusnya ‘evaluasi’, bahasa kasarnya ‘dihentikan’,” tegas Wan Aris.

Di penghujung audiensi, Ketua DPRD Natuna, Rusdi menyatakan kebanggaannya pada mahasiswa dan berjanji akan meningkatkan fungsi pengawasan. “Kami sangat berterimakasih kepada adik-adik mahasiswa telah menyampaikan aspirasinya kepada kami. Dan mungkin ada hal-hal di daerah, desa, dan kecamatan, yang belum mereka ketahui tentunya harus dipublikasikan supaya masyarakat tahu. Kedepan, kita akan publikasikan,” janjinya.

Audiensi mahasiswa dengan DPRD Natuna Kamis, 4 September 2025 tak hanya membongkar krisis keuangan daerah, tetapi juga melahirkan sebuah kontrak moral nota kesepakatan yang kini membebani DPRD dengan tanggung jawab publik yang nyata.

Namun, di balik janji manis itu, yang terdengar justru adalah pengakuan kelam tentang keadaan yang sebenarnya. Audiensi ini bukan sekadar tempat menitipkan aspirasi, melainkan sebuah interupsi yang memaksa DPRD membongkar semua ketidakberdayaan mereka memantau anggaran dan mengawal kebijakan.

Masalah anggaran yang selama ini hanya jadi desas-desus. Jawaban-jawaban yang diberikan, meski terkesan berputar, justru mengonfirmasi bahwa kekurangan likuiditas adalah akar dari banyak masalah.

Janji evaluasi tambang dan transparansi fungsi pengawasan adalah kemenangan kecil bagi gerakan mahasiswa. Namun, semua itu masih berupa kata-kata yang tercatat dalam notulensi rapat.

Tantangan sesungguhnya adalah mengawal janji-janji ini menjadi action plan yang nyata dan mengubah gemuruh orasi di ruang rapat menjadi dentuman kemajuan untuk Natuna sebagai daerah perbatasan yang tak boleh lagi terabaikan.

Baca Juga:  STAI Cup V Siap Digelar, Dispora Kepri Fasilitasi Turnamen 

Tanda Tangan DPRD Natuna Jadi Kontrak Publik, Mahasiswa Siap Kawal!

Penandatanganan nota kesepakatan menjadi tonggak penting dalam sejarah pergerakan mahasiswa di Natuna. Dokumen berisi 12 tuntutan strategis itu kini menjelma menjadi kontrak moral yang harus dipertanggungjawabkan oleh wakil rakyat Natuna.

📊 Views: 17

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *