Solusi sesungguhnya bukan sekadar menebar janji bantuan atau menaikkan BLT secara insidental. Yang dibutuhkan adalah reformasi struktural dalam distribusi pangan, transparansi penggunaan anggaran, dan mekanisme subsidi yang benar-benar menyasar kelompok rentan.
Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, negara justru harus hadir lebih kuat, lebih nyata, dan lebih adil.
Inflasi memang tak bisa dihindari sepenuhnya. Tapi bagaimana dampaknya bisa ditekan dan siapa yang paling dilindungi dari dampak tersebut adalah pilihan kebijakan. Saat ini, pilihan itu tampaknya tak berpihak pada rakyat jelata.
Akhirnya, yang tersisa hanyalah tanya yang sunyi: seberapa lama lagi rakyat harus menunggu agar setiap kebijakan yang dibicarakan di meja elite, benar-benar sampai ke meja makan mereka?
Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan










