Kesimpulan: Eksistensi Harus Dihidupi, Bukan Ditinggalkan
Negara bukan hanya soal wilayah administratif, melainkan soal relasi pengakuan. Relasi ini seharusnya dibuktikan melalui kehadiran nyata dalam bentuk layanan, infrastruktur, dan jaminan sosial yang merata. Jika tidak, maka negara hanya hadir dalam bentuk peta dan pidato bukan dalam kehidupan warganya.
Sudah saatnya kita menggugat logika pembangunan yang memanjakan pusat dan melupakan pinggiran. Karena bangsa bukan hanya terdiri dari kota-kota yang bersinar, tetapi juga desa-desa yang menjaga nyala dari batas yang jauh.
Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan










