KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Kota Disubsidi, Perbatasan Ditinggalkan: Siapa yang Dianggap Ada?

×

Kota Disubsidi, Perbatasan Ditinggalkan: Siapa yang Dianggap Ada?

Sebarkan artikel ini
Kontras antara pusat kota modern dengan desa perbatasan yang tertinggal secara infrastruktur
Ilustrasi ketimpangan pembangunan terlihat jelas antara kota yang disubsidi negara dan perbatasan yang ditinggalkan tanpa perhatian.

Kesimpulan: Eksistensi Harus Dihidupi, Bukan Ditinggalkan

Negara bukan hanya soal wilayah administratif, melainkan soal relasi pengakuan. Relasi ini seharusnya dibuktikan melalui kehadiran nyata dalam bentuk layanan, infrastruktur, dan jaminan sosial yang merata. Jika tidak, maka negara hanya hadir dalam bentuk peta dan pidato bukan dalam kehidupan warganya.

Sudah saatnya kita menggugat logika pembangunan yang memanjakan pusat dan melupakan pinggiran. Karena bangsa bukan hanya terdiri dari kota-kota yang bersinar, tetapi juga desa-desa yang menjaga nyala dari batas yang jauh.


Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan


📊 Views: 21
Baca Juga:  Ketimpangan Fiskal Rugikan Daerah 3T

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *