KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Harga Melonjak, Perlindungan Menyusut: Saat Negara Menyerah pada Rakyatnya

×

Harga Melonjak, Perlindungan Menyusut: Saat Negara Menyerah pada Rakyatnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi timbangan klasik menunjukkan ketimpangan antara efisiensi anggaran dan kebutuhan dasar rakyat di tengah inflasi yang melonjak.

Kita perlu mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya mungkin terwujud jika negara hadir dalam fase terberat rakyatnya. Kehadiran itu bukan sekadar narasi dalam pidato, tetapi harus nyata dalam bentuk subsidi yang tepat sasaran, stabilitas harga, dan akses bantuan yang tidak berbelit.

Jika negara tak mampu menahan laju kenaikan harga, setidaknya jangan melepas perlindungan sosial. Rakyat tidak butuh simpati, mereka butuh intervensi nyata. Ketika pasar bebas tak terkendali dan proteksi negara melemah, siapa yang akan berdiri di barisan paling depan untuk melindungi warga biasa?

Sebagian besar warga tidak meminta lebih. Mereka hanya ingin bisa hidup wajar, makan cukup, dan tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian. Tapi saat harga terus naik, bantuan terus turun, dan negara tak lagi hadir sebagai penyangga, maka rakyat benar-benar dipaksa untuk bertahan sendirian. Itulah saat di mana negara, secara diam-diam menyerah pada rakyatnya.


Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan


📊 Views: 14
Baca Juga:  Penyu Hijau “Penyu Terbesar Terancam Punah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *