Pemerintah seharusnya menyadari bahwa penghematan anggaran tak bisa berdiri sendiri tanpa penyesuaian ulang sistem perlindungan sosial yang adil dan responsif. Jika tidak, yang akan terjadi adalah jurang ketimpangan yang makin melebar, bukan sekadar defisit fiskal, tetapi juga defisit kepercayaan publik.
Di titik ini, kebijakan efisiensi perlu dievaluasi bukan hanya dari sisi makro fiskal, tetapi juga dampak mikronya terhadap daya tahan ekonomi keluarga. Rakyat telah berhemat terlalu lama. Kini, giliran negara yang harus lebih kreatif dan adil dalam mengatur ulang anggarannya, tanpa membiarkan dompet rakyat terus-menerus terhimpit.
Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan










