KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Otonomi Setengah Jalan: Dana Desa yang Tak Pernah Menjadi Akar Kemandirian

×

Otonomi Setengah Jalan: Dana Desa yang Tak Pernah Menjadi Akar Kemandirian

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi papan proyek dana desa berdiri mencolok di tengah lingkungan desa yang stagnan secara ekonomi. Gambar ini menggambarkan kegagalan otonomi fiskal desa dalam menciptakan kemandirian yang nyata.
Ilustrasi papan proyek dana desa berdiri megah di tengah desa yang tidak berkembang, menandakan otonomi yang tidak berdampak nyata.

Dalam jangka panjang ini menciptakan dependency lock-in, desa terjebak dalam rutinitas menerima, menghabiskan, dan melaporkan, tanpa tumbuh ke arah produksi dan ekspansi ekonomi. Program yang seharusnya menjadi katalis pemberdayaan malah menjelma menjadi sistem pendanaan berulang tanpa arah pertumbuhan.

Untuk mengatasi kondisi otonomi setengah jalan ini, pemerintah perlu mereformulasi kebijakan dana desa dengan tiga langkah strategis.

Pertama, memperluas ruang inovasi fiskal. Desa perlu diberi keleluasaan untuk merancang program berbasis potensi lokal. Ini berarti tidak semua desa wajib membangun jalan, posyandu, atau saluran irigasi. Desa pertanian, pesisir, atau pengrajin harus bisa mendesain program berbasis keunggulan komparatif mereka.

📊 Views: 10
Baca Juga:  STRATEGI PEMERINTAH DALAM UPAYA MEMPERLUAS KESEMPATAN KERJA BAGI FRESH GRADUATE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *