KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Otonomi Setengah Jalan: Dana Desa yang Tak Pernah Menjadi Akar Kemandirian

×

Otonomi Setengah Jalan: Dana Desa yang Tak Pernah Menjadi Akar Kemandirian

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi papan proyek dana desa berdiri mencolok di tengah lingkungan desa yang stagnan secara ekonomi. Gambar ini menggambarkan kegagalan otonomi fiskal desa dalam menciptakan kemandirian yang nyata.
Ilustrasi papan proyek dana desa berdiri megah di tengah desa yang tidak berkembang, menandakan otonomi yang tidak berdampak nyata.

Kedua, pemerintah harus mengembangkan skema pendampingan produktif. Bukan hanya pendamping teknis anggaran, tetapi mentor bisnis, pelatih produksi, dan fasilitator pasar. Dana desa perlu didampingi dengan intervensi ekonomi agar tidak berhenti sebagai belanja konsumtif.

Ketiga, sistem evaluasi harus beralih dari penyerapan ke dampak. Berapa banyak unit usaha yang tumbuh? Berapa besar peningkatan pendapatan per kapita warga desa? Seberapa tinggi partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengawasan?

Kemandirian desa tidak akan lahir dari angka serapan atau proyek fisik yang menumpuk. Ia hanya akan tumbuh ketika desa mampu mengelola potensi ekonominya sendiri, dengan dukungan fiskal yang fleksibel dan relevan. Jika tidak, dana desa hanya akan menjadi ritual tahunan dalam birokrasi, bukan akar perubahan yang sesungguhnya.


Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan


📊 Views: 10
Baca Juga:  Defisit Fiskal dan Urgensi Cold Storage dalam Eskalasi Ekonomi Perikanan Desa Kadur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *