KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Miskin Bukan Pilihan: Saat Sistem Membuat Rakyat Terjebak

×

Miskin Bukan Pilihan: Saat Sistem Membuat Rakyat Terjebak

Sebarkan artikel ini
Sebuah celengan tanah liat klasik yang pecah dan hanya berisi beberapa keping uang logam, diletakkan di atas meja kayu kusam dengan latar gelap.

Subsidi yang tidak tepat sasaran, birokrasi yang berbelit, hingga akses pendidikan dan kesehatan yang timpang memperkuat jeratan kemiskinan.

Banyak keluarga miskin terpaksa memilih antara menyekolahkan anak atau membeli kebutuhan pokok harian. Pilihan ini bukan karena mereka tidak peduli pendidikan, melainkan karena sistem tidak memberi ruang bagi mereka untuk bermimpi.

Upah minimum yang tak sebanding dengan kebutuhan hidup layak, harga bahan pokok yang terus melonjak, serta kurangnya jaminan sosial yang menyeluruh, memperlihatkan bahwa negara belum hadir secara penuh dalam melindungi rakyatnya dari siklus kemiskinan.

Ketika seorang buruh harus bekerja lebih dari 10 jam sehari untuk sekadar menyambung hidup, maka yang salah bukan individunya, tapi sistem yang membiarkan hal ini terus berlangsung.

📊 Views: 9
Baca Juga:  Datok Raja Mustakim Disebut The Founding Father, Fergiawan: Kekayaan Alam Natuna Harus Kembali ke Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *