“SDIT NIQ Natuna melaksanakan Ujian Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 secara manual berbasis kertas dengan suasana aman, tertib dan kondusif.”
Kepala SDIT NIQ Natuna, Sakinah, S.Pd., memastikan pelaksanaan Ujian Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 berjalan aman, tenang dan kondusif setelah pihak sekolah melakukan berbagai persiapan mulai dari pembentukan panitia hingga penyusunan perangkat ujian.
NATUNA – Pelaksanaan Ujian Semester Genap di SDIT NIQ Natuna memasuki hari kedua dengan kondisi berjalan lancar. Seluruh siswa mengikuti ujian menggunakan sistem manual berbasis kertas sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan pihak sekolah.
Sebelum pelaksanaan ujian dimulai, pihak sekolah terlebih dahulu menggelar rapat internal untuk mematangkan seluruh kebutuhan teknis.
Kepala SDIT NIQ Natuna, Sakinah, S.Pd., mengatakan persiapan tersebut meliputi pembentukan panitia ujian, penyusunan jadwal, pengumpulan soal hingga pembagian kisi-kisi kepada peserta didik.
“Sebelumnya sekolah pasti mengadakan rapat dulu. Pertama menyiapkan kisi-kisi, jadwal, kemudian persiapan soal. Semuanya ada panitianya, kita bentuk panitia ujian,” ujar Sakinah kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026).
Sakinah menjelaskan, pada pelaksanaan ujian semester kali ini terdapat sembilan mata pelajaran yang diujikan kepada siswa.
Selain mata pelajaran umum, SDIT NIQ Natuna juga memiliki tambahan pelajaran keagamaan seperti Bahasa Arab dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).
Menurutnya, sejumlah pelajaran agama seperti Akidah Akhlak, Fikih serta Al-Qur’an Hadis digabung dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
“Pelajaran PAI itu banyak sebenarnya. Kalau dipecah ada Akidah Akhlak, Fikih, Al-Qur’an Hadis. Tapi di sekolah ini kami satukan menjadi PAI, kecuali Bahasa Arab dan SKI,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan ujian selama dua hari berjalan, Sakinah mengatakan suasana di sekolah tetap aman dan kondusif.
Adapun kendala kecil yang terjadi masih sebatas persoalan teknis dan dapat langsung diselesaikan oleh panitia.
“Alhamdulillah suasananya tenang, aman dan kondusif. Kalau kendala biasa paling kekurangan soal satu lembar atau ada soal yang salah tulis. Sejauh ini hanya itu saja,” ungkapnya.
Mengenai kebijakan kenaikan kelas, Sakinah menjelaskan setiap sekolah memiliki dokumen aturan tersendiri terkait kriteria kenaikan peserta didik.
Menurutnya, terdapat sejumlah aspek yang menjadi bahan pertimbangan, mulai dari nilai akademik, tingkat kehadiran hingga sikap dan perilaku siswa selama mengikuti proses pembelajaran.
“Sekolah punya dokumen satu tentang kriteria kenaikan kelas. Salah satunya kalau ada nilai tiga mata pelajaran di bawah KKM, kemudian ditunjang dengan kehadiran dan sikap siswa,” terangnya.
Sakinah mengatakan, nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SDIT NIQ Natuna ditetapkan minimal 70. Namun penilaian siswa tidak hanya dilihat dari hasil ujian semata.
Faktor lain seperti keaktifan mengikuti pembelajaran dan perilaku siswa juga menjadi bagian dari pertimbangan sekolah.
“KKM kami minimal 70. Kalau ada yang di bawah itu, nanti dilihat lagi penunjangnya seperti kehadiran, apakah banyak tidak masuk, kemudian sikap dan perilakunya juga menjadi pertimbangan,” tambahnya.
Meski terdapat aturan tersebut, Sakinah bersyukur hingga saat ini siswa SDIT NIQ Natuna masih mampu memenuhi standar yang ditetapkan sekolah.
“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada yang tinggal kelas. Masih dalam kriteria aman,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Sakinah memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar tetap semangat mengikuti ujian dan mengerjakan soal dengan sungguh-sungguh.
“Untuk anak-anak, semangat menjalani ujian karena ini ujian kenaikan kelas. Semoga mendapatkan nilai yang bagus dan memuaskan,” harapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru yang terlibat dalam pelaksanaan ujian semester.
“Untuk guru-gurunya juga harus tetap semangat dalam menjalankan tugas dan mengawasi ujian,” tutupnya. (KP).
Laporan: Dini










